Minggu, 25 Juli 2010

pendakian merbabu

pada tanggal 19-20 juni 2010 tim sakapala mengadakan ekspedisi ke gunung merbabu, gunung ini terletak di daerah salatiga.
tanggal 19 merupakan hari dimana pembagian raport, untuk itu guru-guru disibukkan termasuk pak Totok dan Pak Harun (pembina PA). kesibukan itu membuat kemoloran yang awalnya perjalanan yang seharusnya
dimulai pukul 11.00 WIB diundur sampai jam 13.00 WIB.yang mengikuti ekspedisi kali ini ada 5 orang dari kelas X, yakni Budi Waluyo, Ajeng Fitriani, Rezki A. P, Sulastri, Cicik Mustika. dan ada Aniska, Zaenal, Ali Nabawi, Mukhlis, Teguh Joyo yang dari kelas XI. Pak totok, Pak Agus, dan pak harun sebagai pembinanya.
sepanjang perjalanan lastri, cicik, dan aniska muntah ketika di truck. dan ditengah jalan mendapat pemandangan yang indah ketika melewati kabupaten Boyolali. tanaman disana sangat subur dibanding di kayen, disana tumbuhan segar mulai kubis, daun bawang sangat subur dan rumput disana pun hijau.
tim sakapala pertama berhenti di dusun kenalan utnuk sholat Ashar. agama disana tidak dibeda-bedakan bahkan gereja dan masjid bersandingan.
lalu perjalanan dilanjutkan dan dipilih jalan melalui jalur wekas. sampai di desa wekas jam 17.40 tim turun dan jalan sampai ke rumah penduduk. istirahat sebentar dan Sholat Maghrib. kami istirahat di salah satu rumah penduduk disana sangat ramah. dan rumah penduduk tersebut adalah basecamp pertama. kami istirahat sampai jam 9.00WIB dan kemudian mulai mendaki gunung.
suasana di tengah jalan sangat dingin meskipun memakai jaket tebal. tapi perjalanan tetap kami lakukan ditengah perjalanan tumbuhan pinus dan cemara menjadi tanaman yang wajib ditemui... cemara di merbabu berbeda dengan yang ditanam di rumah-rumah. perjalanan ditempuh meskipun malam semakin dingin, dan disini sulastri yang tadi mabuk di truck tidak kuat naik, tapi ia tetap berusaha buat bisa naek....
jam 2 pagi samapi di pos 2 wah kami sangat lelah, banyak yang masak mie dan ada pula yang menghangatkan tubuh di sekitar api unggun. hangatnya sungguh luar biasa apalagi dengan teman-teman yang seperjuangan mendaki merbabu. waktu sempat tertahan sampai jam 3 karena tim istirahat. perjalanan pun dilanjutkan maka ditelusuri lah hutan merbabu dengan diteman dinginnya malam. jalannya itu tidak seperti jalan yang biasaannya dilalui oleh orang karena disana banyak ditemui pohon tumbang yang membuat tim kadang-kadang merasakan kenikmatan menyundul pohon. semak belukar juga menjadi rintangan utama tim SAKAPALA karena mengakibatkan sering terjadi salah jalan dan mempersulit perjalanan. akhirnya setelah beberapa saat sampai di pos 3. pos ini ditandai dengan batu besar yang menghalau jalan. namun sayang, batu tersebut telah kotor oleh tangan manusia. coretan coretan di batu, dengan pisau... istirahat sejenak lalu perjalalanan dilanjutkan akhirnya sampai di perbatasan jembatan setan. wah perasaan tim sangta tegang, kanan kiri yang dilalui tim sakapala adalah jurang.. tapi tim tetap semangat. ada dua orang yang tidak sampai naik ke jembatan setan. yakni mukhlis dan Rezki. dan ditengah jalan Zaenal Arifin pun tidak mampu melanjutkan perjalanan. ya hanya bbeberapa saja yang bisa naik ke puncak merbabu itupun tidak sampai di puncak kenteng songo. hanya di puncak syarif saja. tapi tim tetap bersyukur bisa melihat matahari terbit dari puncak merbabu dan melihat bunga edelways yang legendaris serta melihat tanaman yang diselimuti air tapi tidak jatuh. peerjalanan pulang ternyata lebih menyulitkan daripada pendakian karena turun dari puncak harus melalui 6 bukit dan perjalanan tanpa henti akhirnya sampai basecamp jam 2 siang. trus rombongan sakapala pun pulang. dengan oleh-oleh lelah dan pengalaman. kepuasan tampak pada raut wajah tim sakapala

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pake bahasa yang sopan ya